Monitoring and Controlling
·
Controlling
1.
Controlling adalah proses dari mengawasi,
membandingkan, dan memperbaiki kinerja kerja.
2.
Tujuan dari Controlling
Untuk memastikan bahwa kegiatan organisasi
sudah mengarah pada pencapaian tujuan organisasi
3.
Kenapa Controlling sangat penting?
Sebagai penghubung akhir dari fungsi
manajemen:
a.
Planning : Controlling akan membiarkan manajer
mengetahui apakah tujuan dan rencana mereka sesuai target dan tindakan apa yang
akan diambil.
b.
Empowering Employees : System Pengawasan akan
memberikan informasi dan masukkan kepada manajer terkait dengan kinerja
pegawai.
c.
Protecting the workplace : Dengan adanya
Controlling maka keamanan akan bertambah dan membantu untuk mengurangi gangguan
dari tempat kerja.
4.
Control process : 3 langkah untuk mengukur
kinerja actual, membandingkan kinerja actual berdasarkan standarisasi dan untuk
mengambil tindakan manajerial yang dapat memperbaiki penyimpangan atau standar
yang tidak memadai.
a.
Step 1 : Memastikan actual kinerja
-
How We Measure : pengamatan pribadi, laporan
statistik, laporan lisan, dan laporan tertulis.
-
What We Measure : apa yang diukur mungkin lebih
penting untuk proses kontrol daripada apa yang diukur.
b.
Step 2 : membandingkan kinerja actual dengan
standarisasinya
-
Menentukan tingkat variasi antara kinerja aktual
dan standar.
-
Range of Variation : parameter varians yang
dapat diterima antara kinerja aktual dan standar.
c.
Step 3 : mengambil tindakan Manajerial
-
Immediate Corrective Action : tindakan korektif
yang memperbaiki masalah sekaligus untuk mendapatkan kinerja kembali ke
jalurnya.
-
Basic Corrective Action : tindakan korektif yang
melihat bagaimana dan mengapa kinerja menyimpang sebelum mengoreksi sumber
penyimpangan.
-
Revise The Standard : Jika kinerja konsisten
melampaui tujuan, maka seorang manajer harus melihat apakah tujuannya terlalu
mudah dan perlu ditingkatkan.
-
Manajer harus berhati-hati tentang merevisi
standar.
5.
Organizational Performance
Performance : Hasil akhir dari sebuah
aktivitas
Organizational Perfromance : hasil
akumulasi dari semua aktivitas kerja organisasi.
a.
Ukuran Kinerja Organisasi
Productivity : jumlah barang atau jasa yang dihasilkan dibagi dengan
input yang diperlukan untuk menghasilkan output tersebut.
-
Organizational Effectiveness : ukuran seberapa
tepat sasaran organisasi dan seberapa baik tujuan tersebut dipenuhi.
6.
Controlling for Employee Performance
Disciplinary Actions : tindakan yang
diambil oleh seorang manajer untuk menegakkan standar dan peraturan kerja
organisasi.
-
Delivering Effective Perfomance Feedback : Manajer
perlu memberikan umpan balik kepada karyawannya sehingga karyawan tahu di mana
mereka berdiri dalam hal pekerjaan mereka.
7.
Tools
for Measuring Organizational Performance
a.
Feed
Forward Control : kontrol terjadi sebelum suatu aktivitas kerja selesai.
b.
Concurrent
control : kontrol terjadi pada saat aktivitas kerja sedang dalam proses
c.
Management
by walking around : istilah yang digunakan untuk menggambarkan kapan seorang manajer
keluar di area kerja dan berinteraksi langsung dengan karyawan.
d.
Feedback
control : kontrol yang dilakukan pada saat suatu aktivitas kerja sudah selesai
Comments
Post a Comment