Managing Social Responsibility and Ethics


Summary 5 Managing Social Responsibility and Ethics



Kewajiban untuk menanggapi tanggung jawab:
1.      Tanggung Jawab Sosial: tanggung jawab dari sebuah bisnis adalah untuk memecahkan masalah ekonomi
2.      Pandangan Klasik: Para manajemen-manajemen memiliki pandangan hanya pada tanggung jawab social untuk memaksimalkan keuntungan
3.      Pandangan Socioeconomic: Para manajemen-manajemen memiliki tanggung jawab social untuk melampaui keuntungan supaya dapat melindungi dan meningkatkan kesejahteraan
4.      Sosial Responsiveness: ketika sebuah perusahaan terlibat dalam aksi-aksi social dengan cara membuat apa yang popular atau membuat sesuatu yang orang-orang butuhkan
Haruskah perusahaan terlibat pada organisasi-organisasi social?
1.      Sosial Screening: mengaplikasikan kriteria social untuk menginvestasikan keputusan
·        Perusahaan SRI biasanya tidak berinvestasi ke dalam perusahaan yang membuat minuman keras,perjudian, rokok, senjata bertenaga nuklir, penipuan atau perusahaan-perusahaan yang kemananan kerjanya buruk, bahkan perusahaan yang tidak memiliki hubungan yang baik dengan  pekerjanya dan memiliki track record yang buruk.

Green Management dan Sustainbility
Green Management: Para manajer harus bisa mempertimbangkan dampak dari organisasi mereka terutama dalam lingkungan-lingkungan yang natural.
Bagaimana organisasi-organisasi melakukan Go Green
1.      Legal ( or Light Green) Approach: Perusahaan-Perusahaan harus taat pada peraturan, hukum, dan mengikuti  regulasi-regulasi secara sukarela tanpa menantang hukum.
2.      Market Approach: perusahaan-perusahaan harus bisa membuat pendekattan dengan customer mereka dengan cara membuat produk yang user friendly
Bagaimana organisasi-organisasi Go Green
1.      Stakeholder Approach: Perusahaan-Perusahaan harus bisa mempertemukan permintaan-permintaan dari para pekerja, suppliers, dan komunitas
2.      Activist Approach: Perusahaan-perusahaan harus bisa menghormati dan menekuni dilingkungannya selain itu sebuah perusahaan harus memiliki tanggung jawab secara social
Managers dan Ethical Behavior
Etnik: prinsip-prinsip, nilai-nilai, and kepercayaan yang berkaitan dengan tingkah laku.
keputusan manajer banyak yang membutuhkan etnik untuk mempertimbangkan proses dan melihat siapa saja yang bisa merasakan dampak dari hasil yang dipilih.


Faktor-faktor yang menetukan tingkah laku yang etis dan tidak etis
1.      Tahap dari Moral Development
·        Preconvention level: dimana seseorang dapat memilih mana yang baik atau yang buruk     berdasarkan konsekuensi diri sendiri
·        Convetional level: pengambilan keputusan berdasarkan kehidupan orang lain
·        Principled level: tiap individu-individu dapat mendefinisikan nilai-nilai moral dari sebuah kelompok-kelompok otoritas atau masyarakat secara umum
2.      Karateristik-karakteristik dari setip individual
·        Values: berdasarkan keyakinan-keyakinan yang berisi tentang benar atau salah
·        Ego Strength: ukuran kepribadian dari keyakinan seseorang
·        Locus of Control: atribut kepribadian yang mengukur sejauh mana orang percaya bahwa mereka dapat mengendalikan nasibnya sendiri.
3.      Organisasi budaya
·        Budaya organisasi terdiri dari nilai-nilai organisasi bersama. Nilai-nilai ini mencerminkan apa yang dirumuskan oleh organisasi dan apa yang dipercayainya serta menciptakan lingkungan yang memengaruhi perilaku karyawan secara etis atau tidak etis.
·        Nilai-nilai berdasarkan manajemen nilai-nilai organisasi memandu karyawan dalam cara mereka melakukan pekerjaan mereka.
4.      Intesitas masalah, enam karakteristik untuk menentukan intensitas isu atau seberapa penting masalah etika bagi seorang individu:
·        Bahaya yang besar
·        Kesepakatan yang salah
·        Kemungkinan yang besar
·        Kosenkuensi dari apa yang akan terjadi
·        Pendekatan terhadap korban
·        Efek dari konsentrasi

Pendorong perilaku etis
1.      Pemilihan pekerja: kesempatan untuk belajar tentang tingkat perkembangan moral individu, nilai-nilai pribadi, kekuatan ego, dan locus of control
2.      Kode etik: pernyataan formal dari nilai-nilai utama organisasi dan aturan etika yang diharapkan karyawan untuk diikuti
3.      Kepemipinan dalam menjalankan bisnis secara etnis dan membutuhkan komitmen dari top manager, alasannya:
a.      merekalah yang menjunjung tinggi nilai-nilai bersama dan mengatur nada budaya.
b.      Mereka memiliki tindakan dan perkataan yang baik
c.      Apa yang mereka lakukan jauh lebih penting daripada apa yang mereka katakan.

4.      Pencapaian dalam bekerja dan penilaian kinerja
a.      Tujuan yang tidak realistis memberikan tekanan yang dapat menekan karyawan etis untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
b.      Jika penilaian kinerja hanya fokus pada pencapaian ekonomi, maka tujuan akan mulai membenarkan artinya.
c.        Untuk mendorong perilaku etis, hasil akhir dan sarana harus dievaluasi.
5.      Pelatihan etik-etik: seperti mengadakan seminar, wokshop, dan pelatihan program-proram yang dapat mendorong perilaku etis
6.      Independent Social Audits mengevaluasi keputusan dan praktik manajemen dalam hal kode etik organisasi
7.      Protective Mechanism izinkan karyawan yang menghadapi dilema etika untuk melakukan apa yang benar tanpa takut teguran.

Comments

Popular posts from this blog

Managing Change and Innovation